My Gambar

My Gambar
Last Memory

Sabtu, 05 Maret 2011

BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG

BAB I

PENDAHULUAN

Jagung merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan dijadikan sebagai makanan pokok oleh beberapa masyarakat Indonesia dan belahan lain di dunia, selain beras atau padi.

Jagung lebih mudah pembudidayaannya jika dibandingkan padi, karena jagung tidak terlalu membutuhkan air yang banyak seperti padi, serta jagung dapat tumbuh di daerah kering sekalipun, aslkan masih terdapat kandungan air walaupun dalam kapasitas yang tidak terlalu melimpah.

Dalam rangka mengatasi masalah kemiskinan dan meningkatkan swasembada pangan, maka perlu ada suatu usaha nyata yang berkaitan dengan masalah tersebut, di antaranya dengan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian. Ekstensifikasi pertanian yaitu peningkatan hasil produksi pertanian dengan pembukaan lahan baru atau menambah lahan pertanian yang sudah ada. Sedangkan intensifikasi pertanian yaitu peningkatan hasil produksi pertanian dengan cara tanpa melakukan penambahan atau perluasan lahan pertanian. Tidak ada salahnya para petani melakukan hal – hal tersebut di atas, seperti yang dilakukan Bapak Ikhwan di Desa Sukorejo.

Dalam karya tulis ini akan dibahas mengenai pertanian, khususnya budidaya tanaman jagung yang dilakukan oleh Bapak Ikhwan.

A. Alasan Pemilihan Judul

Dalam penyusunan karya tulis ini penulis sengaja memilih judul “BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG OLEH BAPAK IKHWAN DESA SUKOREJO KECAMATAN LIMPUNG KABUPATEN BATANG“ dengan alasan dan pertimbangan sebagai berikut :

1. Karena penulis tertarik dengan budidaya tanaman jagung.

2. Penulis ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara – cara penanaman, pembudidayaan dan pemasaran jagung.

3. Karena jagung merupakan salah satu makanan pokok dan sumber karbohidrat utama pengganti beras.

4. Karena objek yang akan diteliti letaknya dekat dengan tempat tinggal penulis sehingga lebih memudahkan penulis dalam melakukan pengumpulan data karya tulis ini.

5. Agar karya tulis ini dapat dimanfaatkan oleh penulis sendiri dan para pembaca yang budiman, khususnya yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang budidaya tanaman jagung.

B. Tujuan Penulisan Karya Tulis

Adapun tujuan penulisan karya tulis ini di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Sebagai salah satu syarat guns mengikuti Ujian Nasional ( UN ) tingkat Sekolah Menengah Atas ( SMA ) tahun pelajaran 2010 / 2011.

2. Untuk menerapkan teori yang telah penulis peroleh.

3. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang budidaya tanaman jagung.

4. Untuk menambah wawasan penulis tentang usaha yang bergerak di bidang agrikultural (pertanian).

5. Dengan adanya karya tulis ini diharapkan pembaca dapat mengetahui dan menerapkan cara budidaya tanaman jagung yang tepat.

C. Pembatasan Masalah

Dalam karya tulis ini penulis hanya akan membahas tentang budidaya tanaman jagung, mulai dari pengenalan tanaman jagung, persiapan penanaman, pertumbuhan, perawatan, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pemanenan, serta kendala dan solusi yang dihadapi oleh Bapak Ikhwan dalam pembudidayaan tanaman jagung.

D. Metode Pengumpulan Data

Dalam penyusunan karya tulis ini penulis melakukan pengumpulan data dengan menggunakan metode – metode sebagai berikut :

1. Interview (Wawancara)

Yaitu penulis mengajukan pertanyaan secara langsung kepada Bapak Ikhwan tentang budidaya tanaman jagung.

2. Observasi (Pengamatan)

Yaitu penulis mengadakan pengamatan secara langsung ke lokasi pembudidayaan jagung milik Bapak Ikhwan di Desa Sukorejo, Limpung.

3. Literatur (Kepustakaan)

Yaitu penulis mengumpulkan data dengan membaca buku – buku serta artikel yang berkaitan dengan budidaya tanaman jagung.

E. Sistematika Penulisan

Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis menyusun sistenatika penulisan karya tulis yang terdiri dari Bab I sampai Bab IV dengan tujuan untuk memudahkan pembaca dalam memahami karya tulis ini, sehingga dapat mengetahui garis besar karya tulis ini secara lebih mudah.

Sistematika penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :

BAB I : Pendahuluan

Bab ini menjelaskan masalah alasan pemilihan judul, tujuan penulisan karya tulis, pembatasan masalah, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan karya tulis.

BAB II : Landasan Teori

Bab ini membahas latar belakang, deskripsi tanaman jagung, jenis – jenis jagung, tujuan pembudidayaan tanaman jagung, manfaat jagung, serta kelabihan jagung jenis hibrida.

BAB III : Pembahasan

Bab ini menjelaskan tentang budidaya tanaman jagung, mulai dari persiapan, penanaman, pemeliharaan dan perawatan, pemberantasan hama dan penyakit, pemanenan, pemasaran, hingga kendala dan solusi yang dihadapi Bapak Ikhwan dalam usaha budidaya tanaman jagung.

BAB IV : Penutup

Bab ini berisi tentang penutup karya tulis ini, yang meliputi simpulan dan saran.

Sebagai kelengkapan karya tulis ini, penulis sertakan daftar pustaka dan lampiran.


BAB II

LANDASAN TEORI

A. Latar Belakang

Jagung ( Zea mays ) merupakan salah satu tanaman pangan utama di dunia, selaingandum dan padi (beras). Sebagai sumber karbohidrat utama bagi penduduk di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk di beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai sumber pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya).

Berdasarkan temuan – temuan genetik, antropologi, dan arkeologi diketahui bahwa daerah asaljagung adalah Amerika Tengah (Meksiko bagian selatan). Budidaya tanaman jagung telah dilakukan di daerah ini sekitar 10.000 tahun yang lalu. Pembudidayaan ini kemudian dibawa ke daerah Amerika Selatan sekitar 7.000 tahun yang lalu, dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4.000 tahun yang lalu. Kajian filogenetik menunjukkan bahwa jagung budidaya (Zea mays ssp mays) merupakan keturunan langsung dari Teosinte (Zea mays ssp Parviglumis).

Jagung juga merupakan satu – satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini telah dikenal 50.000 kultivar jagung, baik yang terbentuk secara alami maupun dirakit melalui pemuliaan tanaman. (Wikipedia:2011).

B. Deskripsi Tumbuhan Jagung

Jagung merupakan tanaman semusim (Annual Plants). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80 – 150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif, dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.

Tinggi tanaman jagung angat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya memiliki ketinggian antara 1 meter sampai 3 meter, namun ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 meter. Tinggi tanaman bisa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan.

Jagung adalah termasuk tanaman monokotil (tumbuhan berbiji tunggal) sehingga perakarannya pun tergolong akar serabut yang kedalamannya dapat mencapai 8 meter, meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 meter.

Batang tanaman jagung tegak dan mudah terlihat, seperti sorgum dan tebu. Bentuk daunnya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Suprapto (1995:10-11).

C. Jenis – Jenis Jagung

Jagung (Zea mays) termasuk famili graminae. Jagung yang banyak dibudidayakan sekarang ini adalah jagung hibrida, yaitu jagung yang hasil rekayasa genetika yang sifatnya silang, artinya sebagian besar penyerbukannya berasal dari tanaman jagung lainnya.

Macam – macam varietas jagung hibrida antara lain yaitu :

1. Single Cross

Merupakan hibrida yang berasal dari persilangan dua galur murni.

2. Double Cross

Merupakan hibrida yang berasal dari persilangan antara dua cross.

3. Three Way Cross

Merupakan hibrida yag berasal dari persilangan antara single cross dengan suatu varietas atau populasi.

4. Top Cross

Merupakan hibrida yang berasal dari persilangan antara dua galur murni dengan satu varietas.

5. Modified Single Cross

Yaitu hibrida yang berasal dari persilangan single cross dengan galur lain.

Sumber : Sinartani (edisi Des. 2010/3382/XLI:3).

D. Tujuan Pembudidayaan

Setiap usaha yang dilakukan pasti memiliki tujuan tertentu. Begitupula dengan budidaya tanaman jagung juga memiliki beberapa tujuan. Adapun tujuan pembudidayaan tanaman jagung adalah sebagai berikut :

1. Memanfaatkan lahan

Lahan atau tanah yang ada di desa – desa umumnya hanya sebagian kecil saja yang digunakan untuk keperluan pemukiman. Sebagian besar masih berupa lahan terbuka dan belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk itulah lahan digunakan untuk sarana pembudidayaan tanaman agar lahan tersebut terawat dan memberikan manfaat.

2. Menambah penghasilan

Kegiatan budidaya tanaman jagung yaitu menanam, merawat dan memanen serta memasarkan hasil panen tersebut. Hasil dari pemasaran tersebut merupakan sumber penghasilan, khususnya bagi para petani yang pekerjaannya membudidayakan jagung.

3. Mengurangi tingkat pengangguran

Budidaya tanaman jagung dapat mengurangi tingkat pengangguran karena orang yang tadinya tidakmemiliki pekerjaan, dengan adanya kegiatan pembudidayaan tanaman jagung mereka akhirnya bisa bekerja yaitu usaha budidaya jagung.

E. Manfaat Jagung

Jagung merupakan tanaman sumber bahan pangan pokok bagi sebagian masyarakat, selain gandum dan padi atau beras. Jagung kaya akan karbohidrat. Kandungan karbohidrat yang terkandung dalam jagung dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji jagung. Karbohidrat itulah yang dapat menambah atau memberikan asupan kalori pada tubuh manusia, yang merupakan sumber tenaga sehingga jagung dijadikan sebagai bahan makanan pokok. Jagung tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tapi juga bagi hewan ternak seperti sapi.

Berikut merupakan beberapa manfaat jagung :

1. Buahnya merupakan sumber karbohidrat bagi manusia.

2. Sebagai salah satu sumber pangan pokok.

3. Daunnya dapat digunakan untuk pakan ternak kambing, sapi, maupun kerbau.

4. Batangnya yang sudah kering dapat digunakan untuk kayu bakar.

5. Kulit batang pohon jagung dapat dijadikan kerajinan tangan.

6. Tulang jagung (jenggel) dapat digunakan sebagai kayu bakar.

7. Kulit dari buah jagung dapat digunakan sebagai pengganti kertas sigaret pada rokok, serta dapat digunakan sebagai bungkus makanan kecil seperti dodol dan wingko.

8. Buahnya dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti nasi jagung, jagung bakar, berondong (popccorn), dan juga sebagai pakan ternak.

F. Keunggulan Jagung Hibrida

Jagung yang banyak dibudidayakan saat ini adalah jagung jenis hibrida karena jagung jenis ini mempunyai beberapa keunggulan, antara lain sebagai berikut :

1. Sangata cocok untuk penanaman rapat dengan jarak tanam 75 x 20cm, dan dengan populasi 66.667 tanaman/hektar.

2. Sangat peka terhadap pemupukan, sehingga dapat memberikan hasil yang dapat membarikan hasil yang tinggi pada keadaan pemupukan yang optimal.

3. Memiliki ketahanan yang tinggi terhadap serangan penyakit bulai.

4. Berbatang kokoh dengan tingkat keseragaman mulai dari seragam sampai sangat seragam.

5. Umur panen tergolong cepat.

6. Hasil produksi sangat tinggi antara 6,8 – 8,89 ton pipilan kering/hektar.

7. Jagung hibrida juga berpotensi baik untuk dipanen hijauan pakan ternak (silase) maupun dipanen muda sebagai jagung rebus dan jagung sayur (baby corn).


BAB III

PEMBAHASAN

A. Persiapan

Langkah awal untuk memulai melakukan usaha, harus ada persiapan terlebih dahulu. Supaya usaha yang akan dijalankan tersebut bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diinginkan, maka harus ada persiapan yang matang, artinya persiapan tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh dan telah mempertimbagkan segala resiko yang mungkin terjadi jika suatu usaha tersebut telah dijalankan, baik positif maupun negatif.

Budidaya jagung merupakan usaha agraris, bergerak di bidang pertanian, jadi persiapan yang dilakukan haruslah benar-benar matang, mulai dari pemilihan lokasi, pengolahan lahan, pemilihan bibit unggul, dan sebagainya.

1. Pemilihan Lokasi

Dalah hal ini Pak Ikhwan tidak memilih lokasi (lahan) yang digunakan untuk pembudidayaan jagungnya, karena lahan yang dimiliki merupakan warisan dari orang tuanya. Posisinya cukup ideal karena saluran irigasi yang ada letaknya tidak terlalu jauh, sehingga memudahkan dalam pengairan.

2. Persiapan Sarana dan Prasarana

Sebelum melakukan pembudidayaan jagung, terlebih dahulu menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti :

a. Sabit, digunakan untuk penyiangan lahan dari rerumputan liar.

b. Cangkul, digunakan untuk mencangkul lahan sebelum ditanami jagung.

c. Traktor, digunakan untuk membajak lahan sebelum ditanami jagung.

d. Pisau, digunakan untuk memudahkan dalam penetikan jagung saat panen.

e. Alat perontok jagung, digunakan untuk merontokkan jagung sebelum dijemur.

3. Modal

Modal yang digunakan oleh Bapak Ikhwan dalam usahanya melakukan budidaya jagung terdiri dari modal fisik dan non fisik.

Modal fisik yang digunakan yaitu berupa lahan tempat pembudidayaan jagung seluas + 1.700 m2 serta uang untuk membeli bibit, pupuk serta yang juga petani dan Bapak Ikhwan juga pernah mengikuti acara penyuluhan peningkatan produksi pertanian yang diadakan oleh Dinas Pertanian, serta Bapak Ikhwan juga mendirikan Kelompok Tani Nahdlatus Sabab yang bertujuan berbagi pengalaman satu sama lain sesama anggota dalam rangka meningkatkan dan menambah pegetahuan tentang pertanian, khususnya yang berkaitan dengan budidaya tanaman jagung.

4. Tenaga Kerja

Lahan yang dimiliki Bapak Ikhwan untuk budidaya jagung tidak terlalu luas sehingga tenaga kerja yang digunakan pun sedikit dan hanya dari keluarga Bapak Ikhwan sendiri. Selain menghemat biaya, juga mempermudah Bapak Ikhwan dalam memberikan penyuluhan dan pengetahuan tentang cara perawatan tanaman jagung yang baik.

5. Pengadaan Bibit

Dalam pengadaan bibit yang digunakan dalam budidaya tanaman jagung, Bapak Ikhwan membeli bibit jagung yang unggul dan berkwalitas yang ada di pasaran. Bapak Ikhwan tidak sembarangan membeli bibit, melainkan harus bibit jagung yang unggul dan berkwalitas tinggi, mulai dari masa tumbuh, masa panen, ketahanan terhadap cuaca, ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta merk dan harganya.

B. Penanaman

1. Pengolahan Tanah

Tanaman jagung menghendaki struktur tanah yang gembur, berdrainase baik, serta mengandung cukup oksigen guna pertumbuhan yang optimal. Oleh karena itu, sebelum melakukan penanaman terlebih dahulu dilakukan pengolahan tanah yang tepat dan benar. Tanah harus dibajak atau dicangkul kemudian digemburkan.

Tanah yang digemburkan harus mencapai kedalaman 20-25 cm agar bibit yang sudah tumbuh dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Saat pengolahan tanah juga diberi pupuk kandang sebangak + 25 kg.

Manfaat pengolahan tanah adalah sebagai berikut :

a. Struktur tanah menjadi gembur, sehingga glomohara mudah masuk kedalam tanah sehingga akar mudah berkembang.

b. Memperbaiki drainase dan sirkulasi udara dalam tanah, karena merupakan persyaratan mutlak untuk pertumbuhan tanaman jagung.

c. Memberantas gulma dan rerumputan liar.

d. Membenamkan sisa bahan organik ke dalam tanah sehingga mengurangi infeksi penyakit tanaman jagung.

Tanah yang gembur, drainase dan sirkulasi udara dalam tanah yang baik merupakan persyaratan yang mutlak untuk pertumbuhan tanaman jagung yang optimal. Untuk memperoleh hal yang demikian, setelah tanah diolah perlu dibuat gundukan-gundukan tanah yang memanjang.

Penggundukan merupakan langkah yang perlu dilakukan karena dalam penanaman tanaman jagung yang terpenting untuk memulai penanaman. Setelah tanah digemburkan, dibuat gundukan yang mempunyai ukuran selebar 2,4 – 3,2 cm dan memanjang berlawanan dengan pematang sawah. Diantara gundukan-gundukan tersebut dibuat selokan yang berfungsi untuk memudahkan dalam proses pengairan. Tanah diambil dan ditaburkan ke atas petakan, sehingga menambah ketinggian gundukan.

Kegunaan dari pembuatan gundukan dan selokan diatas adalah agar drainase dan sirkulasi udara dalam tanah menjadi lancar. Jagung tidak tahan tergenang air, sehingga dengan adanya gundukan ini, tanah tidak menjadi becek saat pengairan, karena air tidak melebihi tinggi gundukan dan hanya mengisi selokan-selokan yang ada di antara gundukan. Gundukan tanah ini juga menjaga tanah tetap gembur. Pengolahan tanahhendaknya dilakukan pada saat tanah cukup kering agar diperoleh struktur tanah yang baik.

2. Cara Menanam

Sebelum bibit jagung diletakkan ditanah, terlebih dulu tanah diberi lubang-lubang menggunakan kayu yang runcing. Kedalaman lubang-lubang tersebut antara 2 – 3 cm, jarak tanam 70x40 cm dengan benih 2 biji per lubang untuk jagung 2 tongkol dan 1 biji per lubang untuk jagung bertongkol satu.

Setelah lubang-lubang tanam dibuat, barulah benih-benih jagung dimasukkan ke dalam lubang-lubang tersebut kemudian ditutup dengan tanah setipis mungkin agar benih dapat mengeluarkan tunasnya. Jika terlalu padat, maka yang terjadi adalah tunas tertekan didalam tanah dan tidak dapat muncul ke permukaan sehingga bibit jagung tidak bisa tumbuh. Benih yang bermutu akan tumbuh serentak 4 hari setelah tanam (HST) di lahan yang normal, artinya lahan dengan pengolahan yang tepat.

Dalam budidaya jagung tidak dianjurkan melakukan penyulaman tanaman yang tidak tumbuh. Pertumbuhan tanaman sulaman biasanya tidak optimal, karena adanya persaingan tumbuh antar tanaman, dan tongkol tidak dipenuhi oleh biji akibat penyerbukan yang kurang sempurna.

C. Pemeliharaan

Pada masa pertumbuhan, agar tanaman jagung dapat tumbuh optimal serta lahan terhadap segala jenis hama dan penyakit, maka perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan tanaman, pengairan, pemupukan serta penyiangan yang dilakukan dengan rutin.

1. Pengairan

Air merupakan kebutuhan vital seluruh makhluk hidup, terutama bagi tanaman. Pengairan yang baik dan teratur dapat membuat tanaman jagung bisa tumbuh dengan subur. Pengairan tanah pertanian jagung dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Pembuatan parit-parit irigasi di sekitar lahan tanaman jagung dengan tujuan agar air mudah masuk atau keluar dari lahan pertanian.

b. Pembuatan bendungan untuk menampung air jika musim kemarau tiba, sehingga tanaman jagung terhindar dari kekeringan.

Pengairan yang baik sangat diperlukan tanaman, terutama pada saat-saat penting, yaitu pada saat penanaman, saat pembungaan yaitu 40 - 55 HST (hari setelah tanam), dan pengisian biji yaitu 60 – 80 HST. Lama pengairan cukup 1-2 jam dengan catatan air mengalir deras. Pengairan dilakukan cukup sekali dalam seminggu, karena jika terlalu sering terkena air, tanaman jagung akan mudah roboh maupun membusuk.

2. Pemupukan

Untuk pemupukan tanaman jagungnya, Bapak Ikhwan melakukannya sendiri tanpa mempekerjakan orang lain. Beliau melakukan pemupukan pada tanaman jagungnya sebanyak 3 kali dalam sekali musim tanam.

Pupuk yang digunakan Bapak Ikhwan adalah pupuk kimia dan jarang menggunakan pupuk kandang karena ia sendiri tidak mempunyai binatang ternak yang dapat dimanfaatkan kotorannya.

Berikut ini adalah jenis-jenis pupuk kimia dan masing-masing kegunannya/ manfaatnya :

a. Nitrogen (P)

Manfaatnya yaitu :

- Membuat tanaman lebih hijau segar

- Mempercepat dan meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabang dan jumlah anakan.

- Meningkatkan kandungan protein hasil panen.

b. Fosfor (P)

Manfaatnya yaitu :

- Penyusunan inti sel, lemak dan protein

- Memacu pertumbuhan akar

- Mempercepat pembentukan bunga serta masaknya buah dan biji

- Meningkatkan rendemen dan komponen hasil panen tanaman biji-bijian

- Meningkatkan mutu benih dan bibit.

c. Kalium (K)

Manfaatnya yaitu :

- Membuat tanaman lebih tegak dan kokoh

- Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringan

- Meningkatkan pembentukan gula dan pati

- Meningkatkan ketahanan hasil panen selama pengangkutan dan penyimpanan.

d. Sulfur

Manfaatnya yaitu :

- Meningkatkan rendemen hasil panen dan kadar gula

- Meningkatkan kelas mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, serta ukuran buah

- Meningkatkan kandungan protein dan vitamin hasil panen.

Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu kali musim tanam, yaitu :

a. Pada saat menanam benih, dengan dosis :

- 2,25 gram Urea/ lubang

- 1,5 gram SP36/ lubang

- 1,5 gram KCL/ lubang

Pupuk tersebut ditaruh pada lubag, tetapi terpisah dengan lubang untuk menaruh benih jagung, dengan jarak 7 cm dari lubang tanam dan sedalam 5 cm.

b. Tanaman berumur 21 HST (hari setelah tanam), dengan dosis :

- Urea 2,25 gram / lubang

- KCL 1 gram / lubang

Pupuk ditaruh pada lubang sedalam 5 cm dengan jarak 10 cm dari tanaman jagung

c. Tanaman berumur 42 HST (hari setelah tanam), dengan dosis :

- Urea 2,25 gram / lubang

Pupuk diletakkan pada lubang sedalam 5 cm dengan jarak 15 cm dari tanaman jagung.

3. Penyiangan

Penyiangan adalah pembuangan atau pembasmian tanaman/ gulma atau tanaman liar yang mengganggu tanaman utama. Gulma sangat merugikan bagi usaha pertanian karena merupakan tumbuhan liar yang tidak diinginkan keberadaannya. Kerugian utama yang ditimbulkan oleh gulma adalah :

a. Menurunkan kualitas hasil panen

b. Mempersulit pengolahan tanah

c. Mengganggu kelancaran air pada saat pangairan

d. Bisa menjadi hewan liar, misalnya ular sawah.

Tanaman gulma pada jagung dapat menurunkan hasil 20% hingg 60% dari hasil panen normal. Gulma dapat digolongkan menjadi 3 macam, yaitu :

a. Golongan rumput :

- Rumput belalang (Digitaria Sanguinalis)

- Rumput kekawatan (Cynodon Dactyion)

- Rumput alang-alang (Imperata Cylidrica)

b. Golongan teki :

- Teki berumbi (Cyperus rotundes)

- Teki tak berumbi (Cyperus hylimya)

c. Golongan gulma berdaun lebar

- Bayam duri (Amarantus Spinosus)

- Bebadotan (Agratum ConyZoides)

Penyiangan bisa dilakukan secara manual maupun kimiawi. Penyiangan secara manual berarti Bapak Ikhwan mencabut gulma-gulma tersebut secara langsung menggunakan tangan. Penyiangan secara kimiawi berarti penyiangan menggunakan zat-zat kimia. Bapak Ikhwan biasa menggunakan herbisida (cairan ataupun obat untuk membunuh tanaman liar atau gulma). Penyiangan dilakukan sesegera dan sesering mungkin. Waktu penyiangan adalah pada saat sebelum menanam dan saat tanaman sudah tumbuh yaitu sebelum pemupukan. Setelah dipupuk kemudian dilakukan pembumbunan/penggundukan.

D. Pemberantasan Hama dan Penyakit

Agar tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah, maka tanaman jagung harus terbebas dari segala jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung.

1. Jenis Hama dan Penyakit

a. Jenis-jenis hama yang biasa menyerang tanaman jagung

1) Ulat daun

Ulat ini menyerang bagian pucuk daun tanaman muda pada waktu tanaman berumur satu bulan.

2) Ulat tanah

Hama ini menyerang ketika tanaman masih kecil, dan biasa menyerang tanaman jagung yang masih kecil tersebut, yaitu memakannya.

3) Wereng

Hama ini menyerang seluruh bagian daun dan batang tanaman. Jika terkena serangan wereng, tanaman akan layu kemudian mati.

b. Jenis-jenis penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung :

1) Busuk buah

Yaitu buah jagung yang sudah mulai tua akan terdapat semacam bubuk didalamnya.

2) Lalat buah

Serangan lalat buah ini ditandai dengan buah berwarna kehitaman dan mengeras. Lalat ini tidak hanya menyerang buah jagung yang masih muda, tapi juga jagung yang sudah tua.

3) Gejala daun kering

Penyakit ini ditandai dengan daun yang berwarna kuning sampai coklat yang menjalar dari ujung daun dan melebar menuju tulang daun. Warna kuning pada daun membentuk huruf “V”.

2. Faktor Penyebab

Tidak suatu kejadian tanpa didahului oleh kejadian lain yang menjadi penyebab. Bagitu pula dengan hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung pun ada penyebabnya.

Hama merupakan sejenis hewan yang menyerang tanaman dan sifatnya merusak. Hama timbul karena sebab alami, yaitu muncul dengan sendirinya, bisa menyerang tanaman yang segar maupun tanaman kurus. Semua tanaman, apapun keadaannya bisa terjangkiti oleh hama ini, jadi tidak bisa dicegah hanya bisa diatasi.

Sedangkan penyakit-penyakit yang sering menghinggapi tanaman jagung biasanya disebabkan karena alasan tertentu.

a. Busuk buah biasanya disebabkan karena cuaca yang tidak mendukung, misalnya pada musim hujan. Pada saat musim hujan tiba, biasanya tanaman jagung banyak yang busuk karena udara terlalu lembab.

b. Lalat buah disebabkan karena lalat-lalat yang menyerang buah jagung, yang biasanya menyerang secara berkala atau musiman dan tidak sepanjang tahun ada.

c. Gejala daun kuning bisa disebabkan karena kurangnya nutrisi yang terserap oleh tanaman jagung, misalnya unsur hara nitrogen, fosfor, kalium maupun sulfur.

3. Cara pemberantasan

Jagung yang terserang hama maupun penyakit, harus segera ditanggulangi dan hama atau penyakit yang menyerang tersebut diberantas sampai tidak menjangkiti lagi. Namun, sebelum memberantasnya, terlebih dahulu harus mengetahui dulu penyakit atau hama yang menyerang serta penyebabnya. Setelah diketahui, barulah diberantas.

a. Ulat daun bisa diatasi dengan cara menyemprotkan insektisida.

b. Ulat tanah juga dapat dimusnahkan dengan cairan insektisida.

c. Wereng dibasmi menggunakan pestisida (racun pembasmi serangga).

d. Untuk mengatasi busuk buah, bisa dengan memberikan unsur hara sulfur pada tanaman agar bisa lebih kebal terhadap kondisi dan cuaca serta penyakit apa saja.

e. Lalat buah bisa diatasi dengan cara membasmi penyebab penyakit ini, yaitu lalatnya dengan cara disemprotkan pestisida.

f. Gejala daun kering bisa diatasi dengan memberi tambahan pupuk NPK (nitrogen, phosphor dan kalium)

E. Pemanenan

Masa panen adalah masa-masa yang paling dinantikan oleh petani begitu juga halnya dengan Bapak Ikhwan terhadap tanaman jagung miliknya, karena setelah menjalani proses-proses yang panjang mulai dari persiapan, perawatan, dan lain-lain hingga inilah saat memperoleh hasilnya. Dalam sekali panen biasanya menghasilkan 12,25 kwintal.

1. Masa Panen

Tanaman jagung dapat dipanen jika sudah mencapai umur 95 – 105 hari setelah tanam di dataran rendah, dan umur 115 – 130 hari setelah tanam di dataran tinggi, tergantung jenis varietas yang ditanam.

2. Ciri-Ciri Jagung Siap Panen

Tanda-tanda bahwa jagung siap dipanen adalah klobotnya berwarna coklat muda dan kering serta bijinya mengkilat. Ada tanda hitam (black layer) pada pangkal bijinya.

3. Cara Pemanenan

a. Pangkas bagian atas atau pucuk batang, biarkan menjadi lebih kering selama 2-3 hari.

b. Memetik buah jagung dalam bentuk jagung berklobot.

c. Memisahkan jagung yang sehat dan jagung yang terinfeksi agar lebih muda untuk kemudian menjualnya.

d. Mengumpulkan dan memasukkan jagung yang sudah dipetik dan dipisah kedalam wadah (misalnya karung atau bakul) yang berbeda.

4. Perontokkan

Perontokkan atu pemipilan yaitu proses memisahkan biji-biji jagung dari tulang jagung (janggel). Bapak Ikhwan merontokkan/ memipil jagung hasil panennya dibantu oleh istri dan anaknya. Alat-alat yang digunakan untuk memipil jagung yaitu pisau, parut, ban bekas dan sepeda dengan pelek (tanpa ban) diberi kawat untuk merontokkan biji jagung.

5. Pengeringan

Jagung hibrida yang telah dipipil atau dirontokkan harus segera dikeringkan agar terhindar dari cendawan. Jagung dikeringkan dengan dijemur dibawah terik matahari, sampai kadar airnya 12%. Untuk mendapatkannya, Bapak Ikhwan harus menjemur jagung selama 2-3 hari penuh apabila cuaca panas sempurna. Namun jika cuaca agak mendung dapat mencapai 5 hari.

F. Pemasaran

1. Pemasaran

Dalam pemasaran hasil panen tanaman jagung tidak mengalami kesulitan yang berarti, karena jagung merupakan salah satu bahan pangan pokok, baik untuk manusia maupun hewan, sehingga selalu ada yang membutuhkannya.

Bapak Ikhwan menjual hasil panen jagungnya di pasar Limpung. Untuk menjualnya Bapak Ikhwan biasanya menyewa mobil bak terbuka (pick up). Jagung tersebut dijual dengan harga yang telah ditentukan oleh pemilik toko yang membeli jagung Bapak Ikhwan. Untuk saat ini harganya Rp2.500,- /kg.

2. Perhitungan

Untuk mengetahui besar keuntungan yang diperoleh Bapak Ikhwan dalam membudidayakan tanaman jagung hibrida, maka perlu dilakukan suatu perhitungan dari awal sampai pemasaran.

a. Modal awal Modal awal

- Pembelian benih 2 kg @ Rp.55.000,-

= Rp. 55.000 x 2 = Rp. 110.000,-

- Pembelian pupuk

· Urea 30 kg x Rp. 1.800,- = Rp. 54.000,-

· Ponska 15 kg x Rp. 2.500,- = Rp. 37.500,-

· TSP 15 kg x Rp. 2.600,- = Rp. 39.000,-

- Upah pengolahan tanah (3 orang) = Rp. 37.500,- +

Jumlah biaya awal = Rp. 278.000,-

b. Hasil panen

Dai luas lahan 1.750 m2, menghasilkan jagung 12,25 kwintal dan harga jual jagung Rp.2.500 /kg. Jadi jumlah hasil panen yang didapat adalah Rp.2.500,- x 1225 kg = Rp. 3.062.500,-. Sedangkan biaya transportasi hasil panen adalah sebesar 30.000,-

c. Perhitungan Laba - Rugi

Cara menghitung laba yang diperoleh Bapak Ikhwan dari budidaya yaitu dengan cara jumlah hasil panen (input) dikurangi biaya awal dan biaya transportasi (output).

· Hasil panen = Rp. 3.062.500,-

· Biaya awal = Rp. 278.000,-

· Biaya tranportasi = Rp. 30.000,- (–)

· Jumlah laba = Rp. 2.754.500,-

Jadi laba yang diperoleh Bapak Ikhwan dalam sekali tanam adalah sebesar Rp.2.754.500,-

G. Kendala dan Solusi

Dalam menjalankan usaha budidaya jagung, Bapak Ikhwan menghadapi beberapa kendala yang mengganggu lancarnya budi daya tersebut. Namun demikian, Bapak Ikhwan juga mempunyai solusi-solusi dari kendala tersebut.

Secara umum kendala berarti suatu keadaan dimana seseorang, kelompok, maupun usaha mengalami masalah yang dapat menghambat tercapainya maksud atau tujuan yang diinginkannya. Sedangkan solusi adalah hal-hal yang dilakukan untuk mengatasi kendala atau hambatan tersebut.

1. Kendala

Kendala yang dialami Bapak Ikhwan dalam budidaya tanaman jagung antara lain sebagai berikut :

a. Kurangnya tenaga kerja yang membantu beliau dalam membudidayakan tanaman jagung, terutama saat masa pengolahan tanah, penanaman dan pemanenan.

b. Permodalan yang kurang mencukupi, misalnya untuk pembelian pupuk maupun insektisida

c. Saluran irigasi (pengairan) yang tidak lancar, terutama saat musim kemarau, bahkan sering terjadi rebutan air antar sesama petani.

2. Solusi

Solusi atau upaya-upaya yang dilakukan Bapak Ikhwan dalam menangani kendala-kendala diatas adalah sebagai berikut :

a. Menyewa buruh tani untuk membantu dalam pengolahan tanah, namun dalam proses penanaman sampai penanaman sampai pemanenan beliau hanya dibantu oleh anak dan istrinya.

b. Meminjam bantuan keuangan di Koperasi Unit Desa (KUD) maupun dengan meminjam uang kas dari Kelompok Tani (Poktan) yangbeliau ikuti.

c. Membuat jadwal giliran pengairan antar petani sesuai hari yang telah ditentukan bersama dalam musyawarah sesama petani yang sawahnya dilewati oleh saluran irigasi yang sejalur.


BAB IV

PENUTUP

Jagung merupakan salah satu tanaman budidaya yang buahnya dijadikan sebagai sumber bahan makanan pokok selain gandum dan beras. Kandungan karbohidrat dan proteinnya cukup tinggi sehingga masyarakat seperti penduduk Pulau Madura, Lombik, dan Amerika Latin menjadikan jagung sebagai sumber pangan utama mereka.

Jagung terdiri dari banyak jenis / varietas. Dari sekian bnyak varietas yang paling banyak dibudidayakan petani adalah varietas hibrida, karena keunggulan – keunggulan yang dimilikinya. Budidaya tanaman jagung memerlukan proses yang tidak instan atau cepat, namun memerlukan proses yang cukup panjang.

Untuk lebih mempermudah pembaca dalam memahami karya tulis ini, penulis akan menyimpulkan uraian – uraian yang telah dibahas serta saran yang disampaikan yang sifatnya membangun.

  1. Smpulan

Setelah penulis menguraikan beberapa masalah yang berkaitan dengan budidaya tanaman jagung dari awal sampai akhir maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut :

1. Varietas jagung hibrida merupakan varietas yang paling bsnysk dibudidayakan petani saat ini karena mampu beradaptasi terhadap berbagai jenis kondisi dan lingkungan.

2. Cara pengolahan tanah sangat berpengaruh terhadap perkembangan tanaman jagung dan kualitas panen yang dihasilkan.

3. Bercocok tanam atau budidaya tanaman jagung tidaklah mudah, namun perlu keuletan, kedisiplinan, keteraturan dan kerja keras.

4. Tanaman mempunyai musuh yaitu hama dan penyakit yang bisa menyerangnya.

5. Penggunaan insektisida yang tepat dapat menjaga atau melindungi tanaman jagung dari bahaya serangan hama dan penyakit.

6. Pemupukan dan pengairan merupakan hal pokok yang wajib dilakukan dalam budidaya tanaman jagung.

7. Hasil panen jagung hibrida cukup memuaskan bila dibandingkan varietas jagung bukan hibrida.

  1. Saran

Di bawah ini penulis akan sampaikan beberapa saran yang sifatnya membangun dan penulis berharap semoga saran tersebut bermanfaat dalam budidaya tanaman jagung. Maka penulis memberikan saran sebagai berikut :

1. Untuk memperoleh bibit yang berkualitas tinggi sebaiknya memilih / membeli benih yang bermutu tinggi di toko – toko yang menjual benih – benih jagung bermerek yang berkualitas dan sudah teruji, atau juga bisa dengan menanyakan ke pakar pertanian.

2. Dalam pengolahan tanah sebelum menanam benih jagung, sebaiknya tidak melakukan pengolahan tanah sempurna (PTS) namun cukup dengan membuang gulma pada tanah kemudian tanah dilubangi saja untuk menaruh benih – benih jagung, karena selain menghemat tenaga, biaya dn waktu, juga tidak merusak struktur alami tanah.

3. Untuk para petani, khususnya Bapak Ikhwan sebagai petani jagung, penggunaan pupuk kimia hendaknya dikurangi dan digantikan dengan penggunaan pupuk kandang atau pupuk kompos karena lebih hemat biaya dan lebih ramah lingkungan.

4. Mengerahkan anggota keluarga sendiri dapat mengurangi penggunaan tenaga dan mengurangi biaya upah buruh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar